Wawasan & Artikel

Cara Menghitung Zakat Penghasilan Dengan Mudah

zakat penghasilan

Ibadah dalam islam tidak hanya melaksanakan ritual fisik saja tapi juga ada yang harus di keluarkan dari setiap rezeki yang dimiliki. Perbuatan mengeluarkan sebagian rezeki merupakan perbuatan melaksanakan perintah Allah yaitu Zakat. Zakat sendiri memiliki banyak macamnya salah satunya adalah zakat Penghasilan.

Mengenal Zakat Penghasilan Yang Sering Terlupakan

zakat penghasilan

Zakat penghasilan atau yang dikenal juga sebagai zakat profesi; zakat pendapatan adalah bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan / penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, penghasilan yang dimaksud ialah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lainnya yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ( Surah At-Taubah : 103)

Ketentuan  Zakat Penghasilan

zakat penghasilan

Pendapat Muhammad Ghazali yang mengukur zakat penghasilan dengan ketentuan zakat tanaman dan buah-buahan dengan nisab 5 wasaq (653 kg gabah/ 524 kg beras) 335 dan kadar 10% atau kita menetapkan 5%

Hal inilah barangkali yang menjadi dasar pertimbangan dari Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003 tantang Zakat Penghasilan, tanggal 07 Juni 2003 M/06 Rabi’ul Akhir 1424 H, memutuskan bahwa;

  1. Ketentuan Umum

Dalam Fatwa ini, yang dimaksud đengan “penghasilan” adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain- lain yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

  1. Hukum

Semua bentuk penghasilan halal wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nisab.

  1. Waktu Pengeluaran Zakat

Zakat Penghasilan dapat dikeluarkan pada saat menerima jika sudah cukup nisab.

  1. Kadar Zakat Penghasilan 2.5 %

 

Nisab Zakat Penghasilan senilai bahan  (beras) 522 Kg

zakat penghasilan

Nisab adalah syarat jumlah minimum (ambang batas) harta yang dapat dikategorikan sebagai harta wajib zakat. Untuk penghasilan yang diwajibkan zakat adalah penghasilan yang berada diatas nisab. Nisab Zakat Penghasilan adalah setara 522 kg beras normal.

Sumber hukum dari zakat ini adalah qiyas, karena itu terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama fikih: apakah diqiyaskan kepada zakat emas dan perak atau kepada zakat pertanian, atau gabungan antara zakat emas dan perak dengan zakat pertanian. Dan tampaknya beberapa lembaga amil zakat terkemuka di tanah air lebih memilih opsi ketiga ini, yaitu dari nisabnya diqiyaskan kepada zakat pertanian, karena model perolehannya mirip dengan panen hasil pertanian dan dari segi besaran zakatnya diqiyaskan kepada zakat emas dan perak, karena bentuk harta yang diterima berupa uang.

Contoh 1

Ibu Dinda yang berprofesi sebagai guru PNS yang telah sertifikasi memiliki gaji sebesar Rp 6.000.000 per bulan. Apakah dia telah terkena berkewajiban mengeluarkan zakat profesi? Dan berapa persen dari penghasilannya itu harus dia keluarkan?

Jawab:

Mengingat nisab zakat profesi diqiyaskan kepada nisab hasil pertanian yaitu sebesar 522 kg beras,maka, apabila pada waktu menerima gaji tersebut harga beras sebesar Rp. 10.000 per kilo, berarti jumlah nisabnya adalah 522 kg X Rp 10.000 = Rp 5.220.000. Dengan demikian dia telah terkena kewajiban untuk mengeluarkan 2.5% dari gaji pokok dan tunjangan sertifikasinya tadi.

Waktu pengeluarannya:

Jika dia yakin bahwa nisab hartanya tidak akan berkurang bila menunggu haul, maka dia dapat mengakumulasikan seluruh pendapatannya selama satu tahun.

Perhitungannya sebagai berikut:

Zakatnya adalah sebesar Rp 6.000.000 X 2.5% = Rp 150.000  terbilang (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

Bayar Zakat Penghasilan Ke Graha Dhuafa Indonesia

Membayar zakat penghasilan saat ini sangatlah mudah. Graha Dhuafa Indonesia sekarang sudah dapat ijin untuk menerima zakat penghasilan anda. dan tidak perlu khawatir untuk pembayaran sangatlah mudah bisa kunjungi website graha dhuafa indonesia atau bisa menitipkan zakat anda ke tim amilin kami.

Semoga setiap apa yang anda keluarkan dapat membersihkan setiap harta yang dimiliki, dan juga memberikan keberkahan bagi Setiap muslim semua. Bila ada yang ingin ditanyakan seputar zakat anda bisa menghubungi kami. kami siap memberikan penjelasan dan juga menjawab segala pertanyaan anda dengan sepenuh hati.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *