Jl. Cijagra No.21, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Bandung 40826
Zakat Infaq Shodaqoh
Jl. Cijagra No.21, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Bandung 40826
Tahun 2024 ekonomi Indonesia tumbuh stabil sekitar 5% per tahun, kemiskinan tetap menjadi tantangan serius. Data BPS Maret pada tahun yang sama menunjukkan, 9,03% penduduk atau 25,22 juta jiwa masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Sedangkan pada di tahun 2025, meskipun ada beberapa tantangan dan gejolak global dan agresi dan konflik israel terhadap Palestina, namun ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh wajar, dengan pertumbuhan yang mencapai lebih dari 5% pada Kuartal II-2025 yang didukung oleh konsumsi rumah tangga, dan usaha ekonomi lainnya.
Para Ekonom menilai, manfaat pertumbuhan belum dirasakan merata. Pembangunan lebih terkonsentrasi di perkotaan, sementara pedesaan dan sektor informal tertinggal sehingga pertumbuhan belum inklusif.
Ketimpangan terlihat dari gini ratio 0,388 yang masih cukup berpengaruh namun sudah dapat diberikan solusinya.
Adapun dampak kemiskinan di Indonesia saat ini antara lain peningkatan angka pengangguran, masalah kesehatan, meningkatnya kriminalitas, banyaknya kasus putus sekolah, serta konflik sosial akibat ketidaksetaraan dan ketidakpuasan. Selain itu, kemiskinan juga menyebabkan ketimpangan kualitas hidup, penurunan daya beli, produktivitas tenaga kerja rendah, dan potensi krisis ekonomi, seperti yang terjadi pada dampak pandemi COVID-19 yang memperburuk kondisi masyarakat miskin.
Beban anggaran sosial pemerintah memang cenderung meningkat, terlihat dari realisasi belanja bantuan sosial (bansos) yang diproyeksikan mencapai Rp154,24 triliun pada akhir 2025, naik dari tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh kebutuhan untuk mendukung masyarakat miskin dan kelas menengah, program bantuan seperti PKH dan sembako, serta program stimulus ekonomi untuk menjaga konsumsi rumah tangga sebagai tulang punggung perekonomian.
Sykurlah dari pemerintah sudah ada upaya yaitu dengan menggulirkan sejumlah program, seperti PKH, BPNT, KIS, KIP, hingga Dana Desa. Namun, efektivitasnya masih terkendala akurasi data dan implementasi di lapangan.
Untuk dinamika tersebut diats terdapat jalan keluar terhadap pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi dan UMKM, pengurangan beban pengeluaran melalui perlindungan sosial dan subsidi tepat sasaran, serta penghapusan kantong-kantong kemiskinan di daerah terpencil melalui data yang akurat dan infrastruktur yang lebih baik.
Sehingga membantu pemerintah, kami Lembaga Amil Zakat Graha Dhuafa Indonesia (LAZGDI) dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional dan transparan, untuk disalurkan kepada mustahik (penerima) zakat dengan tepat sasaran, sehingga LAZGDI berperan dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat. Sebagai bagian dari lembaga amil zakat juga berperan menjaga stabilitas sosial dengan mengurangi kecemburuan dan kesenjangan, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat.
Bagi kami di LAZGDI, isu kemiskinan bukan sekadar angka statistik, melainkan realita yang harus dihadapi bersama. Karena itu, kami berkomitmen ikut mendorong solusi.
Kami percaya, pembangunan ekonomi akan kuat bila semua pihak bergerak bersama. Bersama pemerintah dan LAZGDI dan NGO lainnya, mari wujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera dan berkah bersama. Sehingga dengannya, ancaman tersembunyi seperti kemiskinan dan ketimpangan sosial bagi pembangunan ekonomi dapat diminimalisir dan dihilangkan.
Kesimpulan
Kemiskinan adalah ancaman tersembunyi di balik pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tanpa kebijakan inklusif dan partisipasi semua pihak, target Indonesia Emas 2045 bisa terhambat.
#EkonomiIndonesia #LAZGDI
Zakat Infaq Shodaqoh