• Jl. Cijagra No.21, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Bandung 40826

Rumah Sakit Indonesia di Palestina sebagai Saksi Bisu Tragedi Kemanusiaan Dunia

Masyarakat Indonesia telah membangun rumah sakit di luar negri yang berdiri di atas lahan sekitar 16.000 meter persegi tepatnya di daerah Bait Lahia, Kegubernuran Gaza Utara, Jalur Gaza, Palestina yang erjarak sekitar 2 km dari perbatasan Israel.

Rumah Sakit Indonesia (RS Indonesia) adalah namanya sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap kesehatan, penderitaan rakyat Gaza Palestina dan kepedulian kemanusiaan.

Sebagai simbol nyata persahabatan dan dukungan kemanusiaan yang luar biasa dari umat Islam Indonesia untuk saudara kita di Palestina.

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza bermula dari gagasan dan tekad kuat relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 2009, tidak lama setelah agresi besar-besaran terjadi di Gaza.

Proyek pembangunan RS Indonesia ini menelan biaya sebesar Rp 126 miliar dan didanai oleh donasi dari masyarakat dan organisasi Indonesia seperti Palang Merah Indonesia dan Muhammadiyah, yang dikumpulkan melalui organisasi kemanusiaan Indonesia, Medical Emergency Rescue Committee.

Di balik kecemerlangan bangunan modern yang menjulang, tersemat sebuah cerita panjang penuh perjuangan, kepedulian, dan dedikasi terhadap kesehatan dan kemanusiaan. Proses pembangunannya memakan waktu cukup panjang karena berbagai kendala, termasuk blokade dan serangan yang terus berlangsung.

Alhamdulillah, tepat pada tanggal 9 Januari 2016, Rumah Sakit Indonesia resmi dioperasikan. Lokasi ini menjadikannya salah satu fasilitas kesehatan terdekat dengan garis depan konflik.

Semua biaya pembangunan RS Indonesia ini berasal dari sumbangan dan donasi murni masyarakat Indonesia.

RS Indonesia bukan sekadar sebuah fasilitas medis, tetapi juga merupakan simbol kepedulian, perjuangan, dan inovasi dalam sektor kesehatan.

RS Indonesia Gaza dibangun dengan fasilitas modern dan lengkap, antara lain: Ruang Unit Gawat Darurat (UGD), Ruang ICU, 4 Kamar operasi, Poliklinik, Laboratorium, Ruang bersalin, Lebih dari 100 tempat tidur bangsal, unit perawatan intensif dengan 10 tempat tidur dan lain sebagainya.

Peralatan kesehatan dan sebagian tenaga medisnya juga berasal dari Indonesia. Tak sedikit relawan dokter dan tenaga kesehatan yang dikirim bergantian untuk membantu melayani pasien-pasien korban agresi.

Sejak agresi besar-besaran yang dimulai pada Oktober 2023, kondisi Gaza semakin memprihatinkan. Pada tanggal 20 November 2023, sebagai bagian dari invasi Israel ke Jalur Gaza tahun 2023, IDF mengepung dan mengepung RS Indonesia. Israel melakukan serangan intensif yang merenggut banyak nyawa, termasuk warga sipil, perempuan, anak-anak, dan jurnalis.

Hingga pertengahan 2025, lebih dari 37.000 warga Palestina gugur akibat agresi militer Israel. Di antara korban tersebut, adalah warga sipil yang tidak bersalah, termasuk ribuan anak-anak dan perempuan.

Tidak hanya nyawa yang melayang, serangan Israel juga merusak infrastruktur penting yang sangat dibutuhkan rakyat Palestina untuk bertahan hidup. Ribuan fasilitas umum hancur, termasuk rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah.

Fatalnya, Israel telah melanggar hukum internasional, termasuk Konvensi Jenewa, karena menyerang fasilitas kesehatan dan membunuh tenaga medis serta jurnalis yang seharusnya dilindungi dalam situasi perang.

Serangan yang tidak memedulikan hukum internasional ini telah memicu kecaman luas dari masyarakat dunia. Namun, penderitaan rakyat Palestina terus berlanjut, sementara kebutuhan mereka akan bantuan semakin mendesak.

RS Indonesia di Gaza pun kini mengalami kerusakan parah. Beberapa laporan menyebutkan bahwa rumah sakit ini sudah tidak dapat beroperasi penuh akibat serangan yang menghantam area sekitarnya. Gedungnya hancur sebagian, alat-alat medis banyak yang rusak, dan listrik serta suplai medis terputus.

Situasi ini membuat penderitaan warga Gaza kian berat. Mereka semakin sulit mendapatkan perawatan medis yang layak di tengah terus berlangsungnya agresi.

Namun kini, RS Indonesia ini benar-benar membutuhkan perhatian dan dukungan kita bersama.

Zakat Infaq Shodaqoh

Graha Dhuafa Indonesia senantiasa berkomitmen untuk terus ambil peran dalam menjaga generasi pelanjut.