• Jl. Cijagra No.21, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Bandung 40826

Saat Gerhana Bulan, Begini Tata Cara Shalat Khusuf

Gerhana bulan atau matahari merupakan salah satu fenomena alam yang dapat dilihat dari bumi. Dalam Islam kondisi tersebut sendiri terdapat amalan-amalan yang disunahkan Rosullah ketika terjadi gerhana.

Salah satunya adalah mendirikan shalat sunah. Secara umum, tata cara shalat gerhana yaitu shalat Khusuf tidak jauh berbeda dengan shalat wajib ataupun sunnah lainnya. Hanya saja, niat yang dilafalkan berbeda. Adapun, jumlah rakaat dari shalat gerhana adalah 2 rakaat.

Berkaitan dengan momentum gerhana bulan, maka shalat gerhana bulan disunnahkan dilaksanakan secara berjamaah. Namun, umat Islam juga dapat menunaikannya secara sendirian (munfarid).


Tata Cara Shalat Gerhana Bulan (Khusuf)


Tata cara shalat gerhana bulan dimulai dengan takbiratul ihram hingga salam. Berikut tata cara atau rukun-rukun shalat gerhana bulan.

Sebelum shalat Khusuf ada baiknya seseorang melafalkan niat terlebih dahulu sebagai berikut:

1. Berniat di dalam hati.

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

(Saya berniat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT).

2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa
3. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan/lantang suaranya, bukan lirih).
4. Ruku’ pertama
5. Bangkit dari ruku’ (i’tidal)
6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah kembali dan surat Al Quran pilihan. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama
7. Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya
8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal)
9. Kemudian sujud pertama yang panjangnya sebagaimana ruku’,
10. Lalu duduk di antara dua sujud
11. Kemudian sujud kembali (sujud kedua)

Selanjutnya bangkit atau berdiri dari sujud untuk melaksanakan rakaat kedua sebagaimana raka’at pertama. Hanya saja, bacaan surat Al Quran pilihan lebih  pendek daripada bacaan surat pada rakaat pertama. Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan tasyahud akhir dan ditutup dengan Salam.

Setelah melaksanakan sholat gerhana bulan (Khusuf), Imam/Khotib menyampaikan khutbah sebanyak 2 khutbah (seperti khutbanhya shalat Iedul Fithri/Ideul Adha) kepada para jemaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar serta disunahkan untuk bersedekah.

Selagi gerhana bulan berlangsung, maka kesunahan shalat sunah gerhana bulan tetap berlaku. Tidak ada batasan jumlah rakaat shalat gerhana bulan menurut Madzhab Maliki. Hanya saja shalat sunah gerhana bulan ini dikerjakan per-dua rakaat. Dengan demikian, tata cara shalat Khusuf atau gerhana bulan itu pada dasarnya adalah sama seperti shalat sunnah pada umumnya. Perbedaannya terletak pada jumlah rukuk dan sujud yang dilakukan di setiap rakaatnya. Wallahu a‘lam.

Zakat Infaq Shodaqoh

Graha Dhuafa Indonesia senantiasa berkomitmen untuk terus ambil peran dalam menjaga generasi pelanjut.